1.
Pengertian
Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medium, yang berarti sesuatu
yang terletak di tengah, perantara atau pengantar. Menurut Anitah (2010:4)
media pembelajaran adalah sesuatu yang mengantarkan pesan pembelajaran antara
pemberi pesan dan penerima pesan. Munahdi (2010:5) berpendapat bahwa media
pembelajaran merupakan penghubung atau penyalur pesan ajar yang diciptakan
secara terencana oleh guru atau pendidik.
Jadi, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mempermudah
penyamapaian materi ajar yang hendak disampaikan oleh guru kepada siswa.
2.
Fungsi Media
Pembelajaran
A. Dasar Analisis
Fungsi Media Pembelajaran
Analisis terhadap fungsi media pembelajaran dapat dibagi menjadi
dua hal yaitu analisis fungsi yang didasarkan pada medianya dan didasarkan pada
penggunaannya. Analisis fungsi yang didasarkan pada media dibagi menjadi 3
fungsi yaitu : media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar, fungsi
semantik, dan fungsi manupulatif. Sedangkan untuk analisis fungsi yang
didasarkan pada penggunaannya dibagi menjadi 2 fungsi yaitu fungsi psikologis
dan fungsi sosio-kultur.
Untuk lebih jelasnya analisis
terhadap fungsi media pembelajaran dapat dilihat melalui bagan di bawah ini :
B. Fungsi Media
Pembelajaran
1.
Fungsi Media
Pembelajaran sebagai Sumber Belajar
Secara teknis,
media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar. Pada dasarnya fungsi utama
media pembelajaran adalah sebagai sumber belajar, sedangkan fungsi-fungsi yang
lain merupakan kajian dari ciri-ciri umum yang dimilikinya, bahasa yang dipakai
untuk menyampaikan dan dampak atau efek yang ditimbulkan dari media
pembelajaran.
Munadi
(2013:37) menyatakan bahwa sumber belajar merupakan segala sesuatu yang ada di
luar diri seseorang (peserta didik) dan memungkinkan atau memudahkan terjadinya
proses belajar. Segala sesuatu yang ada di luar diri peserta didik tersebut
amatlah luas, sebagai contoh teman, guru, orang tua, keluarga, sekolah,
lingkungan di sekitar tempat tinggal, masyarakat, buku, artikel, film, radio,
internet dan lain sebagainya. Semuanya itu dapat dijadikan peserta didik
sebagai sumber belajar karena dapat membantu peserta didik dalam belajar dan
memahami sesuatu. Sebagai contoh, peserta didik pada awalnya dapat belajar
bagaimana cara berkomunikasi (belajar bersosialisasi) di dalam keluarga
kemudian cara komunikasi yang telah diperolehnya dari kelurga tersebut dapat
digunakan untuk bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas, misalnya di
lingkungan sekolah ataupun lingkungan masyarakat. Jadi, media pembelajaran
tidak harus berupa buku, tetapi lingkungan sekitarpun juga merupakan media
pembelajaran yang dapat membantu peserta didik dalam proses belajar.
2.
Fungsi
Semantik
Menurut Munadi
(2013: 39) fungsi semantik dari media pembelajaran adalah kemampuan media dalam
menambah perbendaharaan kata (simbol verbal) sehingga makna/maksudnya
benar-benar dapat dipahami oleh peserta didik (tidak verbalistik). Bahasa
merupakan lambang (simbol) yang mewakilkan perasaan dan atau pikiran seseorang.
Unsur dasar bahasa adalah kata. Kata merupakan simbol verbal. Simbol verbal
adalah sesuatu yang digunakan untuk atau dipandang sebagai wakil dari sesuatu
lainnya (Munadi, 2013).
Sebagai contoh
simbol kata verbal yang merujuk pada benda misalnya ginjal manusia. Tentu tidak
mudah untuk menjelaskan ginjal manusia, karena bentuknya pun sulit untuk
diketahui. Jika guru akan menjelaskan kepada siswanya tentang ginjal manusia
maka masalah komunikasi akan menjadi masalah sederhana dan tidak terlalu sulit.
Guru bisa menjelaskan kata verbal ginjal manusia dengan menunjukkan gambar/foto
dari ginjal manusia. Sedangkan untuk kata yang merujuk pada peristiwa, sifat,
tindakan dan lain-lain misalnya kata empati maka masalah komunikasi akan
menjadi sedikit rumit untuk dijelaskan secara verbal. Namun untuk guru yang
kreatif dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat maka menjelaskan kata
empati kepada siswanya tersebut mudah diatasi. Cara mengatasinya misal dengan
menggunakan simulasi,cerita, drama, cerita bergambar, dan lain-lain.
3.
Fungsi
Manipulatif
Fungsi
manipulatif didasarkan pada ciri-ciri (karakteristik) umum media, yaitu media
memiliki kemampuan untuk merekam, menyimpan, melestarikan, merekonstruksi, dan
mentrasportasikan suatu peristiwa atau objek. Berdasarkan karakteristik umum
ini, media memiliki 2 kemampuan, yaitu :
1)
Kemampuan media pembelajaran dalam mengatasi
batas-batas ruang dan waktu.
a.
Kemampuan media menghadirkan objek/peristiwa yang sulit
dihadirkan dalam bentuk aslinya, misalnya peristiwa bencana alam gunung meletus,
dinosaurus dan lain-lain.
b.
Kemampuan media menjadikan objek/peristiwa yang menyita
waktu panjang menjadi singkat, seperti peristiwa metamorphosis, peristiwa lebah
mengumpulkan madu di sarangnya dan lain-lain.
c.
Kemampuan media menghadirkan kembali objek/peristiwa
yang telah terjadi (terutama pada mata pelajaran sejarah), seperti peristiwa
pada masa Nabi Nuh. Peristiwa sejarah tersebut dapat dituangkan dalam film,
cerita bergambar, dongeng dan lain-lain.
2)
Kemampuan media pembelajaran dalam mengatasi keterbatasan
inderawi manusia.
a.
Membantu siswa dalam memahami objek yang sulit diamati
karena terlalu kecil, seperti sel, molekul, atom, dan lain-lain, yaitu dengan
menggunakan gambar, film, dan lain-lain.
b.
Membantu siswa dalam memahami objek yang bergerak
terlalu lambat atau terlalu cepat, seperti proses metamorphosis yang dapat
ditunjukkan lewat gambar.
c.
Membantu siswa dalam memahami objek yang membutuhkan
kejelasan suara, seperti belajar bahasa asing, belajar menyanyi, yakni dengan
memanfaatkan kaset/tape recorder.
d. Membantu siswa
dalam memahami objek yang terlalu kompleks, misal dengan memanfaatkan
diagram,peta,grafik dan lain-lain.
4.
Fungsi
Psikologis
a. Fungsi Atensi
Media
pembelajaran dapat meningkatkan perhatian (attention) siswa terhadap materi
ajar. Penggunaan media pembelajaran yang tepat guna akan sangat membantu siswa
dalam menerima materi ajar. Media pembelajaran yang tepat guna adalah media
pembelajaran yang mampu menarik dan memfokuskan perhatian siswa.
b. Fungsi afektif
Fungsi afektif
yaitu menggugah perasaaan, emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa
terhadap sesuatu. Penggunaan media
pembelajaran dapat meningkatkan kemauan dan kesediaan peserta didik untuk
menerima beban pelajaran dan berfokus pada pelajaran yang sedang diikutinya.
Selain itu peserta didik juga mampu berpartisipasi dalam keseluruhan proses
pembelajaran secara suka rela.
c. Fungsi
kognitif
Siswa yang
belajar menggunakan media pembelajaran akan menggunakan bentuk representasi
sebagai perwakilan dari obyek-obyek yang sedang dihadapi. Obyek-obyek tersebut
yaitu berupa manusia, benda, dan kejadian atau peristiwa. Obyek-obyek tersebut
direpresentasikan melalui tanggapan, gagasan atau lambang yang bersifat mental.
Misalnya ketika seorang siswa sedang melakukan liburan dipantai, ia mampu menceritakan
pengalamannya selama liburan dipantai kepada teman-temannya. Hal ini
menunjukkan bahwa siswa mampu merepresentasikan pengalamannya selama liburan
dipantai dalam bentuk gagasan dan tanggapan yang bersifat mental.
d. Fungsi
imajinatif
Media pembelajaran
dapat meningkatkan imajinasi siswa. Imajinasi berdasarkan kamus lengkap
psikologi (C.P. Chaplin, 1993:239)
adalah proses menciptakan obyek atau peristiwa tanpa pemanfaatan data sensoris.
Imajinasi ini mencakup hal-hal yang menimbulkan atau mengkreasikan obyek-obyek
baru sebagai rencana untuk masa yang akan datang.
e. Fungsi
motivasi
Motivasi
merupakan suatu usaha atau dorongan untuk mengaktifkan dan menggerakkan siswa
secara sadar untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajarannya. Guru
dapat memotivasi siswa untuk membangkitkan minat belajarnya dengan cara
memberikan dan menimbulkan harapan. Salah satu pemberian harapan yang dapat
memotivasi siswa yaitu dengan cara memudahkan siswa dalam menerima dan memahami
isi dari pelajaran yaitu melalui pemanfaatan media pembelajaran yang tepat
guna. Donald O. Hebb (Munadi, 2013:47) dua cara dalam meningkatkan motivasi
siswa. Pertama adalah arousal,
yaitu suatu usaha guru untuk membangkitkan intrinsic motive siswanya.
Sedangkan yang kedua yaitu expectancy, merupakan suatu keyakinan yang
secara tiba-tiba muncul untuk terpenuhinya suatu harapan yang mendorong
seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Harapan akan tercapainya suatu hasrat
dan tujuan dapat menjadi motivasi yang ditimbulkan oleh guru kedalam diri siswanya.
Salah satu pemberian harapan itu yaitu memudahkan siswa dalam menerima dan
memahami isi pelajaran dengan menggunakan atau memanfaatkan media pembelajaran
secara tepat guna.
f. Fungsi Sosio -
Kultural
Fungsi media
dari segi sosio kultural yaitu mampu mengatasi hambatan sosio kultural yang
terjadi antara peserta didik. Latar belakang serta karakteristik peserta didik
yang berbeda-beda dapat dipersatukan dengan penggunaan media pembelajaran
secara bersama-sama. Media pembelajaran memiliki kemampuan dalam memberikan
rangasangan yang sama serta menimbulkan persepsi yang sama pula.
3.
Taksonomi
Media Pembelajaran
A. Taksonomi
Media Berdasarkan Rangsangan Belajar
Edling
beranggapan bahwa siswa, rangsangan belajar dan tanggapan merupakan variable
kegiatan belajar dengan media.
Pendekatan menurut model Guilford dan bloom cukup memadai untuk
mengklasifikasikan dimensi siswa dan tanggapan. Maka, Edling dalam usahanya
hanya memusatkan pada variable rangsangan saja.
Menurut Edling
media dibagi menjadi enam unsur rangsangan belajar yaitu dua untuk pengalaman
audio meliputi kodifikasi subjektif visual dan kodifikasi objektif
audio. Dua untuk pengalaman visual meliputi kodifikasi subjektif audio
dan kodifikasi objektif visual, dan dua pengalaman belajar 2 dimensi
meliputi pengalaman langsung dengan orang dan pengalaman langsung dengan
benda-benda.
B. Taksonomi
Media Berdasarkan Fungsi Pembelajaran
Gagne membuat
7 macam pengelompokan media yaitu benda untuk didemonstrasikan, komunikasi
lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara dan mesin belajar.
Selanjutnya, ketujuh kelompok media ini dikaitkan dengan kemampuannya memnuhi
fungsi menurut tingkatan hirarki belajar yang dikembangkannya.
C. Taksonomi
Media Menurut Hirarki Pemanfaatannya untuk Pendidikan
Duncan menyusun
taksonomi media menurut hirarki pemanfaatannya untuk pendidikan. Duncan ingin
menjajarkan biaya investasi, kelangkaan dan keluasan lingkup sasarannya di satu
pihak dan kemudahan pengadaan serta penggunaan, keterbatasan lingkup sasaran
dan rendahnya biaya dilain pihak dengan tingkat kerumitan perangkat medianya
dalam satu hirearki. Jadi, hirarki Duncan disusun menurut tingkat kerumitan
perangkat media yang dipergunakan.
D. Taksonomi Media Berdasarkan Indera Yang Dilihat.
Rudi Bretz
membagi media berdasarkan indera yang terlibat, sehingga ia memilih tiga unsur
pokok sebagai dasar dari setiap media, yaitu suara, visual dan gerak. Unsur
suara adalah unsur yang melibatkan indera pendengaran dan visual adalah unsur
yang melibatkan indera pengelihatan. Bentuk visual dibagi menjadi gambar, garis
(line graphic) dan symbol verbal yang ditangkap indera penglihatan. Pada
unsur gerak Bretz tidak mendasarkan “gerak” pada keterlibatan inderawi tetapi
lepada alat-alat yang mendukung media bersangkutan.
Pada
kalsifikasinya tersebut Rudi Bretz membedakan antara media siar (telecommunication)
dengan media rekam (recording) sehingga terdapat 8 klasifikasi media, yaitu: media audiovisual
gerak, audiovisual diam, audiovisual semi gerak, visual gerak, visual diam,
semi gerak, audio, dan media cetak.
Dilihat dari
intensitasnya, maka indera yang paling banyak membantu manusia dalam perolehan
pengetahuan dan pengalaman belajar adalah indera pendengaran dan penglihatan.
Media pembelajaran yang melibatkan indera pendengaran (telinga) disebut sebagai
media audio, media yang melibatkan indera penglihatan (mata) disebut media
visual. Dan media yang melibatkan keduanya dalam satu proses pembelajaran
disebut sebagai media audiovisual.
4.
Pemilihan
Media Untuk Pembelajaran
A. Dasar
pemilihan media untuk pembelajaran
Dalam pembelajaran media yang
paling biasa terdapat adalah guru. Artinya dalam proses penyampaian pelajaran
seorang guru haruslah dapat pembelajaran yang telah dipilih secara tepat supaya
siswa dapat mengerti dan juga memahami materi yang diajarkan dengan mudah.
Pesan yang dapat disampaikan oleh guru dapat dilakukan secara verbal, non
verbal atau visual bahkan juga dapat disampaikan melalui peralatan atau
pengalaman secara langsung.biasanya pembelajaran yang sempurna hanya dapat dicapai
melalui bahan- bahan yang mendekati kenyataan atau realistis. Atau dengan kata
lain dapat ditunjukan melalui benda atau bahkan juga dapat melalui suatu gambar
yang dapat menyerupai sesuai dengan kenyataannya. Menurut ( Miller , dkk, 1957)
lebih banyak sifat bahan program media yang menyerupai realitas, maka makin
mudah terjadi belajar. Berbeda dengan pendapat dari Bruner (1956) dan Traver
(1964) bahwa realitas tidak menjamin siswa bahwa informasi yang berguna dapat
dipelajari dan diingat.
Untuk
memudahkan dalam memilih media, tentunya lebih dahulu harus diingat bahwa media
pembelajaran adalah suatu bagian dari struktur intruksional. Artinya keberadaan
suatu media tidak terlepas dari konteks sebagai komponen dari sistem
intruksional secara keseluruhan. Berdasarkan komponen yang terdapat dalam
sistem intruksional inilah pemilihan media dibuat. Kriteria-kriteria yang
menjadi fokus di sini antara lain:
1. Karakteristik
siswa
Karakteristik
siswa merupakan keseluruhan pola kelakuan dan kemempuan yang ada pada siswa
sebagai hasil dari pembawaan dan pengalaman sehingga menentukan pola aktivitas
dalam meraih cita-citanya. Terdapat tiga hal yang berkaitan dengan
karakteristik siswa, yaitu:
a.
Karakteristik atau keadaan yang berkenaan dengan
kemempuan awal
b.
Karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang ,
lingkungan hidup, dan status sosial.
c.
Karakteristik yang berkaitan dengan perbedaan-perbedaan
kepribadian.
2. Tujuan Belajar
Secara umum
tujuan belajar diusahakan untuk mencapai tiga hal, yakni untuk mendapat
pengetahuan, penanaman konsep danketerampilan, serta pembentukan sikap. Ketiga
hal tersebut bertujuan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Relevan hal ini,
hasil belajar tersebut meliputi:
a.
Hal ihwal keilmuan dan pengetahuan, konsep atau fakta (kognitif)
b.
Hal ihwal personal yang meliputi kepribadian dan sikap (afektif)
c.
Hal ihwal kelakuan, keterampilan atau kenampilan (psikomotorik)
Ketiga hal tersebut diatas merupakan
suatu program yang terjadi secara terpisah akan tetapi dalam diri peserta didik
merupakan suatu kesatuan yang utuh. Dengan demikian maka guru seharusnya dapat
memilih media yang mencangkup tujuan ketiga aspek tersebut di atas ( kognitif,
afektif dan psikomotorik). Apabila siswa yang diharapkan dengan tujuan
menghafal maka dengan audio, sedangkan dengan tujuan bersifat memahami maka
dengan menggunakan suatu media cetak atau bacaan, kemudian yang bertujuan yang
bersifat motorik (gerak dan aktivitas) guru dapat menggunakan suatu media
video.
3.
Sifat Bahan Ajar
Di dalam isi
pelajaran atau sifat bahan ajar biasanya guru menuntut tugas-tugas pada siswa,
dan tugas-tugas tersebut biasanya menuntut aktivitas dari siswa. aktivitas yang
dilakukan oleh siswa dapat mempengaruhi dalam pemilihan media beserta dengan
pemanfaatan media yang dilakukan oleh guru.
Aktivitas yang
dilakukan oleh siswa bukan hanya mencatat dan menulis melainkan masih banyak
lagi . Menurut B. Diedrich (Sardiman, 1994: 100) aktivitas yang dilakukan oleh
siswa dikelompokkan menjadi delapan, yang meliputi:
a.
Visual activities (membaca, memperhatikan gambar)
b.
Oral activities (menyatakan , bertanya, memberi saran)
c.
Listerning activities (mendengarkan)
d.
Writing activities ( menulis)
e.
Drawing activities (menggambar)
f.
Motor activities(menggerakan anggota tubuh seperti (olahraga)
g.
Mental activities ( menanggapi)
h.
Emotional activities (merasakan)
Dari berbagai klasifikasi di atas
merupakan suatu dorongan bagi guru guna menciptakan lingkungan yang menarik
bagi siswa dan tidak membosankan supaya dalam kegiatatan pembelajaran siswa
lebih kreatif dan aktif. Dalam hal ini kreatifitas guru sangatlah mutlak
berpengaruh guna tercapainya komponen-komponen di atas.
4.
Pengadaan Media
Dalam suatu
pengadaan media guru seharusnya lebih mengetahui media yang bersangkutan
mengenai materi yang akan diajarkan serta memahami bagian-bagian yang sesuai
dengan tujuan dan materi. Kemudian mengintegrasikan bahan media tersebut dengan
rencana pembelajaran. Hal tersebut merupakan suatu guna mengefisiensi dan
mengefektifkan penggunaan media. Kemudian dalam suatu penggunaan media guru
juga haruslah mempertimbangkan biaya, waktu, tenaga, fasilitas dan peralatan
yang dapat mendukung diadakannya suatu media yang sesuai dengan tujuan dan
materi yang akan dibawakan. Aspek – aspek tersebut merupakan suatu penghambat
dalam guru mengembangkan serta memanfaatkan suatu media secara maksimal, maka
dari itu guru diharapkan berfikir kreatif supaya dapat mencangkup aspek-aspek
tersebut.
5.
Sifat Pemanfaatan Media
Dalam
pemanfaatan suatui media terdapat dua macam , yaitu :
a.
Media primer adalah suatu media yang diperlukan atau harus
digunakan dalam proses pembelajarannya.
b.
Media sekunder adalah suatu media yang digunakan guna
memberikan pengayaan materi.
Dalam pemanfaatan suatu media
guru hendaklah mengetahui potensi masing-masing media yang digunakan, maka guru
haruslah mengetahui karakteristik masing-masing jenis media tersebut.






0 komentar:
Posting Komentar